Opini
07 Apr 2026
"Impian Dari Pelosok Desa"
hii,.. Perkenalkan saya Hendrius, Akrab di panggil Hendri, saya tinggal di pelosok desa di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Sedari kecil saya tinggal di sebuah desa terpencil, yang dapat dikatakan jauh dari Pusat kota.
Saya di latarbelakangi keluarga yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi (Usai SMA/Sekolah Menengah Atas).
Tulisan ini buat kamu yang merasa bahwa cita-cita itu, hanya impian belaka, sukar untuk terwujud, dan merasa tidak bisa seperti orang kebanyakan, melalui pengalaman saya ini semoga dapat menambah semangat mu, untuk lebih berjuang lagi.
Sedari duduk di bangku SMP saya sudah memiliki mimpi yang sangat besar, dan cita-cita yang sangat tinggi, kalau orang lain bilang saya ini sangat Berhalusinasi. Apa itu mimpi terbesar saya?, saya ingin meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tempat tinggal saya, dan saya ingin memajukan daerah saya, karena saya yakin dengan pendidikan yang memadai, dapat merubah pola pikir, dan taraf perekonomian kedepannya.
Di tahun 2020, di akhir kelulusan SMA, saya meyakinkan diri untuk mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri, namun dukungan dari keluarga berupa Materil/Finansial tidak ada, jadi saya harus memikirkan bagaimana langkah kedepan nya supaya saya bisa lanjut studi.
Berhubung di tahun 2020 adalah awal dari Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah(KIPK) yang dulu nya Bidikmisi, saya langsung mendaftar program pemerintah tersebut, dengan penuh kepercayaan diri, dan perjuangan belajar dari kelas X-XII SMA, dapat mengantarkan saya ke Pintu Perguruan Tinggi Negeri yang berada di Provinsi Sumatera Barat.
Tidak sampai disitu, banyak tantangan yang harus saya hadapi, mulai dari perkuliahan, keuangan, dan adaptasi perbedaan budaya. Namun dengan Niat dan Doa Orangtua saya, saya bisa Lulus Sarjana dengan lama Studi 3 Tahun 5 Bulan.
Ketika Libur semester, saya juga tidak lupa memberikan kontribusi kepada masyarakat di daerah tempat tinggal saya, seperti menyelenggarakan Event Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia, Sosialisasi masuk Perguruan Tinggi Negeri di SMA Almamater saya, Mentoring, dan Mengajar siswa dekat rumah saya.
Selain kegiatan bermasyarakat, saya juga aktif di Organsisasi Kampus, Luar kampus, Olimpiade, Event Nasional dan juga Program yang di selenggarakan oleh Kemendikbud Ristekdikti seperti Pertukaran Mahasiswa, dan Magang studi Independen.
Dari pengalaman-pengalaman yang saya dapat di jenjang S1, Mengantarkan saya juga menduduki jenjang S2 (Magister) dengan program studi yang sama di jenjang S1, dan saya menjadi salah satu Awardee Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2025-Skema: Masyarakat Berprestasi, Kesempatan ini saya akan pergunakan sebaik-baiknya untuk mewujudkan impian dan cita-cita untuk keluarga dan masyarakat.
Pesan dari saya untuk mu yang sedang berada di Fase apakah saya bisa seperti mereka?, jawaban saya pasti bisa, Usaha dan kerja keras akan mengantar kita ke hal yang lebih baik. Dari cerita singkat ini, masih banyak yang ingin saya ceritakan-Nantikan Buku saya setelah terbit.
"Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Gal 9:6 (TB)"
Sedari kecil saya tinggal di sebuah desa terpencil, yang dapat dikatakan jauh dari Pusat kota.
Saya di latarbelakangi keluarga yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi (Usai SMA/Sekolah Menengah Atas).
Tulisan ini buat kamu yang merasa bahwa cita-cita itu, hanya impian belaka, sukar untuk terwujud, dan merasa tidak bisa seperti orang kebanyakan, melalui pengalaman saya ini semoga dapat menambah semangat mu, untuk lebih berjuang lagi.
Sedari duduk di bangku SMP saya sudah memiliki mimpi yang sangat besar, dan cita-cita yang sangat tinggi, kalau orang lain bilang saya ini sangat Berhalusinasi. Apa itu mimpi terbesar saya?, saya ingin meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tempat tinggal saya, dan saya ingin memajukan daerah saya, karena saya yakin dengan pendidikan yang memadai, dapat merubah pola pikir, dan taraf perekonomian kedepannya.
Di tahun 2020, di akhir kelulusan SMA, saya meyakinkan diri untuk mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri, namun dukungan dari keluarga berupa Materil/Finansial tidak ada, jadi saya harus memikirkan bagaimana langkah kedepan nya supaya saya bisa lanjut studi.
Berhubung di tahun 2020 adalah awal dari Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah(KIPK) yang dulu nya Bidikmisi, saya langsung mendaftar program pemerintah tersebut, dengan penuh kepercayaan diri, dan perjuangan belajar dari kelas X-XII SMA, dapat mengantarkan saya ke Pintu Perguruan Tinggi Negeri yang berada di Provinsi Sumatera Barat.
Tidak sampai disitu, banyak tantangan yang harus saya hadapi, mulai dari perkuliahan, keuangan, dan adaptasi perbedaan budaya. Namun dengan Niat dan Doa Orangtua saya, saya bisa Lulus Sarjana dengan lama Studi 3 Tahun 5 Bulan.
Ketika Libur semester, saya juga tidak lupa memberikan kontribusi kepada masyarakat di daerah tempat tinggal saya, seperti menyelenggarakan Event Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia, Sosialisasi masuk Perguruan Tinggi Negeri di SMA Almamater saya, Mentoring, dan Mengajar siswa dekat rumah saya.
Selain kegiatan bermasyarakat, saya juga aktif di Organsisasi Kampus, Luar kampus, Olimpiade, Event Nasional dan juga Program yang di selenggarakan oleh Kemendikbud Ristekdikti seperti Pertukaran Mahasiswa, dan Magang studi Independen.
Dari pengalaman-pengalaman yang saya dapat di jenjang S1, Mengantarkan saya juga menduduki jenjang S2 (Magister) dengan program studi yang sama di jenjang S1, dan saya menjadi salah satu Awardee Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2025-Skema: Masyarakat Berprestasi, Kesempatan ini saya akan pergunakan sebaik-baiknya untuk mewujudkan impian dan cita-cita untuk keluarga dan masyarakat.
Pesan dari saya untuk mu yang sedang berada di Fase apakah saya bisa seperti mereka?, jawaban saya pasti bisa, Usaha dan kerja keras akan mengantar kita ke hal yang lebih baik. Dari cerita singkat ini, masih banyak yang ingin saya ceritakan-Nantikan Buku saya setelah terbit.
"Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Gal 9:6 (TB)"
Opini
Indonesia Emas