Ilustrasi • Indonesia Emas 2045
Opini 08 Oct 2026

“Bukan Sekadar Menjalani, tetapi Memberi Arti”

Selly Adinda

Mahasiswa Pendidikan

3 menit baca
Menurut saya, kehidupan bukan tentang seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, tetapi tentang bagaimana ia tetap berjalan meskipun berkali-kali merasa lelah, ragu, bahkan kehilangan arah. Saya melihat kehidupan saya sebagai sebuah perjalanan yang penuh dengan banyak peran. Saya adalah seorang mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikan, seseorang yang aktif dalam organisasi, belajar menjadi pemimpin, terlibat dalam kegiatan sosial, mengembangkan kreativitas, sekaligus berusaha menemukan versi terbaik dari diri sendiri.

Ada masa ketika saya harus belajar membagi waktu antara kuliah, organisasi, pekerjaan, kegiatan sosial, dan berbagai tanggung jawab lainnya. Tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika semuanya terasa terlalu banyak. Ada keinginan untuk berhenti sejenak dan bertanya, “Sebenarnya, saya sedang menuju ke mana?”

Namun, dari semua itu saya belajar bahwa proses menjadi dewasa memang tidak selalu tentang memiliki semua jawaban. Terkadang, dewasa adalah tentang tetap menjalankan tanggung jawab meskipun hati sedang tidak baik-baik saja.

Saya juga belajar bahwa menjadi perempuan tidak berarti harus selalu kuat. Ada saatnya saya ingin menangis, merasa lelah, kecewa, atau sekadar ingin beristirahat tanpa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Dan saya mulai memahami bahwa mengakui kelemahan bukan berarti gagal. Justru, keberanian untuk menerima bahwa diri ini tidak selalu baik-baik saja adalah bagian dari proses mencintai diri sendiri.

Di sisi lain, perjalanan saya dalam organisasi mengajarkan sesuatu yang berbeda. Saya belajar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang berada di depan, memberikan arahan, atau mengambil keputusan. Menjadi pemimpin berarti bersedia mendengar, memahami, merangkul perbedaan, dan tetap hadir ketika keadaan tidak sesuai harapan.

Saya menyadari bahwa setiap kegiatan yang saya jalani, setiap tulisan yang saya buat, setiap orang yang saya temui, dan setiap tanggung jawab yang saya ambil perlahan membentuk siapa diri saya hari ini.

Mungkin saya belum menjadi seseorang yang sepenuhnya tahu bagaimana masa depan akan berjalan. Tetapi saya tahu bahwa saya ingin kehidupan saya memiliki arti. Saya ingin apa yang saya pelajari tidak berhenti pada diri sendiri. Saya ingin ilmu, pengalaman, dan kesempatan yang saya miliki dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Saya tidak ingin hanya dikenal karena banyak melakukan sesuatu. Saya ingin dikenang karena pernah memberikan dampak, sekecil apa pun itu.
Karena pada akhirnya, kehidupan bukan tentang seberapa banyak pencapaian yang bisa kita kumpulkan. Kehidupan adalah tentang jejak apa yang kita tinggalkan setelah melewati banyak perjalanan. Saya mungkin masih sedang belajar. Masih sering salah. Masih sering merasa takut. Masih punya banyak hal yang ingin diperbaiki.
Tetapi saya percaya, tidak apa-apa berjalan perlahan.

Selama saya masih mau belajar, masih mau berproses, masih mau bangkit, dan masih memiliki keberanian untuk mencoba lagi, berarti perjalanan saya belum selesai. Saya tidak sedang berlomba menjadi sempurna. Saya sedang belajar menjadi seseorang yang lebih berarti dari hari ke hari.

Dan mungkin, itulah cerita terbesar dalam kehidupan saya: tentang seorang perempuan yang terus bertumbuh, meskipun tidak selalu tahu seberapa jauh langkahnya akan membawa pergi.
Opini Indonesia Emas