UNUSIA – Malam Keakraban (Makrab) Rayon FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) yang berlangsung pada 18–19 September 2026 menjadi momentum untuk mempererat solidaritas, membangun karakter, dan meneguhkan komitmen kader dalam pergerakan.
Mengusung tema “Menemukan Makna dalam Kebersamaan, Menumbuhkan Karakter dalam Perjalanan, Menguatkan Langkah dalam Pergerakan,” kegiatan yang diikuti 25 orang ini tidak hanya menjadi ruang untuk saling mengenal, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan makna berproses di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Ketua Rayon FKIP UNUSIA, Difara Amalia Shalihah, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh panitia dan peserta meskipun belum dapat hadir secara langsung. “Makasih banyak sudah ciptain ruang malam keakraban rayon FKIP 2026 yang indah banget, maaf karena belum bisa hadir, aku bangga sama seluruh panitia dan peserta,” ungkapnya. Pesan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kader dalam membangun ruang kebersamaan yang hangat dan bermakna di lingkungan Rayon FKIP.
Ketua Kopri Rayon FKIP 2026, Sahabati Selly Adinda, menegaskan bahwa kebersamaan dalam organisasi harus mampu melahirkan karakter dan mendorong kader untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. “Sesuai dengan tema malam ini, mari kita temukan makna dalam setiap kebersamaan, tumbuhkan karakter melalui setiap proses perjalanan, dan kuatkan langkah untuk terus bergerak bersama,” ujarnya.
Menurut Selly, menjadi kader PMII tidak cukup hanya dengan menjalani proses untuk kepentingan diri sendiri. Kader juga memiliki tanggung jawab untuk hadir, berkontribusi, dan memberikan arti bagi orang lain. Pesan tersebut menegaskan bahwa proses kaderisasi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi berlanjut melalui sikap, kepedulian, dan tindakan nyata dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat.
Makrab yang berlangsung selama dua hari ini menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga oleh kualitas hubungan antarkader dan konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai pergerakan. Kebersamaan perlu dirawat melalui solidaritas, karakter perlu dibangun melalui proses, dan pergerakan perlu dibuktikan melalui kontribusi nyata.
Melalui Makrab Rayon FKIP UNUSIA 2026, diharapkan 25 peserta tidak hanya membawa pulang kenangan, tetapi juga semangat baru untuk terus bertumbuh dan bergerak bersama. Sebab, keberhasilan sebuah kegiatan bukan semata-mata terletak pada terlaksananya acara, melainkan pada perubahan sikap dan keberlanjutan kontribusi setelahnya.
Makrab boleh berakhir, tetapi tanggung jawab sebagai kader terus berjalan. Kebersamaan menemukan maknanya ketika melahirkan kepedulian, karakter menemukan bentuknya melalui tindakan, dan pergerakan menemukan tujuannya ketika mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.